The Rabbaanians
Intisari Kajian – Tidakkah Kalian Ridha?
Writter Published on April 5, 2017

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Rabu, 8 Rabiul Awwal 1438H (7 Desember ’16) Mari kita kilas balik pada kisah Nabi Muhammad Shallallahu‘alaihi wa sallam pasca melalui peperangan Hunain. Setelah melalui pertarungan yang sengit dan penuh drama heroik, kemenangan diraih atas pertolongan Allah jalla jalaluhu. Namun setelahnya, berlanjut muncul drama dalam pembagian ghanimah (harta rampasan perang). Disebutkan

Ketenangan di Majelis Ilmu
Writter Published on April 5, 2017

Imam Malik -rahimahullah- berbagi pengalamannya: *”Majelis-majelis ilmu akan mengasuh kekhusyuan, ketenangan, dan kewibawaan seseorang.”* (Al Madkhal ilas Sunanil Kubro No. 697) Lalu bagaimana jika kita tetap gelisah, panikan dan heboh dalam bersikap dan berbicara sedangkan kita aktif hadir di berbagai majelis-majelis taklim?! Mari kita evaluasi diri kita. Duduklah bersama ilmu dengan kebeningan hati, niscaya anda

Intisari Kajian – Low Batt
Writter Published on April 5, 2017

Ustadz Subhan Bawazier Rabu, 19 Al-Muharram 1438H (19 Okt ’16) Istilah Low Batt(ery), adalah merujuk kepada mulai habisnya energi pada unit baterai pada suatu piranti. Selaras dengan analogi tersebut pada orang yang telah lelah hati. Lalu pertanyaannya, bagaimana hati bisa lelah? Jika baterai bisa habis energinya karena piranti telah forsir digunakan, demikiannya hati dapat merasakan

Kebaikan Musibah
Writter Published on April 5, 2017

?Bagaimana kita disebut lulus ujian? ?Kebaikan dan keburukan atau nikmat dan bencana yang Allah ujikan kepada kita itu harus kita hadapi dengan sebaik-baiknya. Harus kita sikapi sebijak-bijaknya. Kita disebut lulus ujian itu jika ujian yang kita hadapi apa pun bentuknya, baik itu kebaikan (nikmat) atau keburukan (musibah) yang kita terima membuat kita dekat kepada Allah.

Jangan Tunda Beramal
Writter Published on April 5, 2017

“Kemarin adalah sebuah pengalaman, Hari ini adalah amal, Dan Esok adalah angan.” (Fudhail bin ‘Iyadh dalam Az Zuhud Al Kabiir no 475) Saudaraku, hanya detik ini kesempatan pasti kita tuk beramal. Belajarlah dari hari kemarin lalu gunakan hari ini dengan sebaik-baiknya! Sedangkan esok… masih sebuah angan yang belum tentu dapat dijangkau oleh usia seorang insan.

Sehebat Apapun, Tetap Minta Ampun
Writter Published on April 5, 2017

“Saya Belum Melakukan Apa-apa” Atau “Apa yang Saya Lakukan Belum Seberapa dan Masih Banyak Kekurangan”* Bersyukurlah jika kalimat-kalimat diatas meluncur dengan fasih dari *lubuk hati* anda, karena inilah indikator diterimanya amal seorang hamba. Amal yang diterima akan membentuk pribadi yang selalu merendahkan hati dan merasa penuh kekurangan walaupun segudang amal shalih telah ia torehkan dalam

Intisari Kajian – Layangan Putus
Writter Published on April 5, 2017

Ustadz Subhan Bawazier Rabu, 5 Al-Muharram 1438H (5 Okt ’16) Sejenak kita intisarikan fenomena orang yang tenggelam dalam maksiat dengan analogi Layangan Putus. Orang yang tenggelam dalam kemaksiatan akan merasakan kehampaan hati dari mengingat Allah subhanahuwata’ala. Sehingga kehampaan hati membuatnya putus melayang dari Allah tidak tahu arah harus berpijak sekalipun sudah lelah dalam turbulensi dosa.

Tercipta Dalam Kelemahan
Writter Published on April 5, 2017

“Dan manusia diciptakan dalam keadaan (bersifat) lemah” (QS. An-Nisa’: 28) Dan yang lemah tidak akan dapat bertahan di akhir Ramadhan serta istiqamah kecuali dengan bantuan Al-Qowwi (Yang Maha Kuat) Al-Hadi (Yang Maha Memberi Hidayah) Angkat tangan anda… Dan minta pertolonganlah kepada Allah ✏ Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Bagai Musafir
Writter Published on April 5, 2017

Seorang musafir yang ingin pulang ke rumahnya tidak boleh terlena dalam perjalanannya. Jika ia singgah di bawah pohon yang rindang dengan mata air jernih di bawahnya ia tidak boleh terlena dan lupa, sebab ia belum sampai rumahnya. Dia harus menyadari sesungguhnya bahwa di bawah pohon rindang itu ia hanya singgah sejenak saja guna mempersiapkan perjalanan

Pesona Dunia Memperdaya
Writter Published on April 5, 2017

Dunia yang kita tinggali ini dengan segala dinamikanya seringkali memukau kita dan berkali-kali kita terpesona. Dalam keterpanaan kita itu janganlah kita lalai dari tujuan semula kita dihadirkan di kehidupan dunia ini. Jauh-jauh hari berabad-abad yang lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita akan hal ini dalam sabda beliau: (( إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ،