The Rabbaanians – Page 2
Gerbang Menuju Kekekalan
Writter Published on April 5, 2017

Sebagai mukmin, kita tidak melihat kehidupan kita ini sebagai sebuah episode yang berakhir dengan datangnya kematian. Tetapi kita mengimani bahwa setelah kematian ada “kehidupan”. Maka kehidupan kita sekarang adalah perjuangan untuk kehidupan setelah kematian itu. Maut yang pahit yang mesti dikecap dan pasti hadirnya itu bukanlah akhir kita. Ia seumpama gerbang yang mengantarkan kepada hidup

Kita Tak Memiliki
Writter Published on October 18, 2016

Kehidupan kita ini bukan kita yang memiliki. Dunia tempat kita tinggal ini pun bukan kita yang mempunyai. Kita tidak bisa semena-mena dan semau kita dalam menjalaninya. Seperti halnya kematian, kehidupan kita ini bukan milik kita. Sebab, Allah berfirman: ﴾ قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿ Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku

Sedikitnya Amal Kita
Writter Published on April 6, 2016

AMALMU ITU SEDIKIT… JANGAN UJUB ! Syaikh Utsaimin رحمه الله mengatakan: “Berapapun banyaknya amal saleh yang telah kau lakukan; jangan kau merasa ujub (takjub) dengan amal- amalmu. Karena amal-amalmu itu tetap saja sedikit, bila dibandingkan dengan hak Allah yang harus kau tunaikan untukNya”. [Syarah Riyadhus Sholihin, 1/575] ✏ Ust. Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله

SEJAUH HATI MEMANDANG
Writter Published on February 2, 2016

Sering kali angin bertiup tidak sesuai dengan keinginan nelayan, tapi nelayan yang handal adalah yang dapat menyikapinya dengan cerdik dan menjadikannya sebagai peluang untuk menempa diri serta ladang untuk lebih banyak mendapatkan ikan dan buruan, karena realita harus dihadapi Begitu pula kehidupan di muka bumi ini, ia akan menjadi indah bila kita memandangnya dengan kacamata

Penyembah Hawa Nafsu
Writter Published on February 1, 2016

Sejenak coba kita renungi deh pertanyaan ini; SEBENARNYA APA YANG ADA DI BENAK PELAKU MAKSIAT? Jawabannya? Ibnul qoyyim -rahimahullah- di jaman dulu ternyata pernah melakukan penelusuran pola pikir yang dijangkiti pelaku maksiat. Apa itu? Beliau-rahimahullah-  bertutur: “Tidaklah seorang hamba berani mengerjakan perkara yang haram kecuali lahir dari 2 pola pikir: 1. Buruk sangka dengan ALLAH.

JALAN MENUJU SURGA
Writter Published on December 29, 2015

Bro & Sis, Ilmu adalah hal yang mutlak gak bisa disepelein. Karena menuntut ilmu adalah jalan menuju kemuliaan,  sebab ilmu menuntun kita ke surga, tempat di mana kemuliaan dan kebahagiaan hakiki bersemayam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: (( وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ)) “Barangsiapa yang meniti

DIASAH MUSIBAH
Writter Published on November 25, 2015

Brothers & Sisters… Semua yang udah kejadian sebetulnya udah diatur, sudah ada kanun qadha & qadar-Nya. Kehidupan ini berjalan dinamis: Ada senyum ada muram, Ada bahagia ada sengsara, Ada kaya ada miskin, Ada keberuntungan ada bencana, dan lain sebagainya. Dan ternyata, yang paling tenang dan beruntung ngadepin dinamika itu ternyata adalah seorang mukmin (orang beriman).

EMPAT KEWAJIBAN – BAG 4
Writter Published on November 25, 2015

Kawan, Kita masih bicara tentang kewajiban kedua yaitu mengamalkan ilmu. Perlu kita camkan baik-baik bahws amal harus dilandaskan pada dua perkara: Pertama: IKHLAS, mengharapkan wajah Allah semata. Kedua: SESUAI dengan TUNTUNAN Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dalil dari dua syarat di atas disebutkan sekaligus dalam firman Allah Ta’ala, فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا

RENDAH ITU TINGGI, SOBAT
Writter Published on November 3, 2015

DR. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan … Seorang anggota kehormatan dari Komite Tetap untuk Penelitian dan Fatwa Islam di Arab Saudi sejak 15 Rajab 1412 H., dan salah satu ulama paling senior di dunia. Itulah sosok yang duduk dengan tenang menghadap ratusan penuntut ilmu yang memenuhi masjid pada sore itu. Semua mata tertuju pada

YANG IKHLAS, YANG NAIK KELAS
Writter Published on October 22, 2015

YANG IKHLAS, YANG NAIK KELAS “yang namanya belajar, itu harus ikhlas!!” Akrab banget nasehat kayak gitu menyapa telinga kita kalo lagi di pengajian atau majelis ilmu.. Tapi masalahnya, gimana kita tau sebenernya kita ini udah ikhlas apa belum?? Kalo masih bingung, ngga usah khawatir, Brothers and Sisters.. Karena ada nasehat imam Hasan Al-Bashri yang insya