jalan menuju surgaBro & Sis,
Ilmu adalah hal yang mutlak gak bisa disepelein. Karena menuntut ilmu adalah jalan menuju kemuliaan,  sebab ilmu menuntun kita ke surga, tempat di mana kemuliaan dan kebahagiaan hakiki bersemayam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ))

“Barangsiapa yang meniti jalan untuk mencari ilmu (agama) niscaya Allah mudahkan untuknya jalan menuju surga.”
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy dan Ibnu Majah. hadits shahih)

Untuk mendapatkan ilmu agama itu kita mesti melewati jalan belajar. Sebab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّم ))

“Sesungguhnya ilmu itu (diperoleh) dengan belajar.”
(HR. Ath-Thabrany dalam al-mu’jam al-kabir no. 2663, Al-Albany menilainya shahih)

Nah, buat mendalami dan memahami ilmu Islam ini, wajib pula punya 5 elemen utama, yaitu:
1. kesungguhan,
2. kesabaran,
3. ketegaran,
4. ketelatenan dan
5. mental baja.

Karena sungguh akan ada banyak ujian dalam menuntut ilmu agama: ada kelelahan, kebosanan, sakit, kurang tidur, kesempitan rezeki dan lainnya. Siapa yang putus asa, ia tidak akan berhasil. Tetapi ilmu diperoleh dengan berlelah-lelah belajar,  membaca, menelaah dan mengkaji. Ia tidak didapat dengan besantai-santai.

Abdullah bin Yahya bin Abi Katsir menyatakan bahwa dia mendengar ayahnya berkata,  “Ilmu tidak diperoleh dengan istirahat badan.”

Dalam beberapa bait syairnya, Imam Asy-Syafi’i berkata:

بقدرِ الكدِّ تُكتسبُ المَعــالي *** ومَنْ طَلبَ العُلا سَهرَ الليالي
ومنْ رَامَ العُلا مِنْ غَيــرِ كــدٍّ *** أضاعَ العُمر في طَلبِ المُحال
تَرومُ العزَّ ثُم تنامُ لًيـــــــــلاً *** يَغوصُ البَحر ُمن طلب الـلآلي

Sesuai usaha ‘kan diperoleh ketinggian (kemuliaan)
Siapa mencari ketinggian (kemuliaan) mesti bergadang malam hari
Siapa mencari ketinggian (kemuliaan) tanpa usaha
(berarti) ia habiskan umur untuk cari hal sia-sia
Kau inginkan kemuliaan tapi kau tidur sepanjang malam
Akan menyelam samudra orang yang mencari permata

Bagi penuntut ilmu sejati, berlelah-lelah menuntut ilmu hanya berakhir ketika hidupnya berakhir. Ketika Imam Ibnul Mubarak ditanya, “Sampai kapan engkau menuntut ilmu?” Beliau menjawab, “Sampai mati, insyaAllah.”

Demikianlah jalan ilmu, kalau kau mau tahu, Bro & Sis..
Wallahu a’lam.

✏ Ust. Fahrudin Majid, Lc (edited)