Ustadz Subhan Bawazier
Rabu, 19 Al-Muharram 1438H (19 Okt ’16)
Istilah Low Batt(ery), adalah merujuk kepada mulai habisnya energi pada unit baterai pada suatu piranti. Selaras dengan analogi tersebut pada orang yang telah lelah hati. Lalu pertanyaannya, bagaimana hati bisa lelah?

Jika baterai bisa habis energinya karena piranti telah forsir digunakan, demikiannya hati dapat merasakan kelelahan karena banyak digunakan untuk keburukan. Orang yang sering berbuat maksiat, hatinya akan tidak berfungsi karena kelelahan. Serasa segala sesuatu tidak selesai-selesai, karena dirinya tenggelam dalam keburukan. Lelah. LOW BATT.

Ajakan kebaikan ramai tergaung tapi seperti tidak ada dampaknya. Hati tidak berfungsi. Tapi, apakah hati yang digunakan untuk kebaikan akan merasakan lelah juga?

Tidak. Hati yang digunakan untuk kebaikan akan senantiasa merasakan energi yang bersumber dari ketaatan pada ALLAH jala jallaluhu. Karena dengan ketaatan hati akan terisi-ulang. Hati akan recharge.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ.“ رواه البخاري ومسلم.

“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika seseorang sadar fungsi dari hatinya, maka dirinya akan menggunakan untuk kebaikan. Pun, hasilnya akan memberikan kebaikan juga. Hatinya baik, raganya mengikuti sadar akan fungsinya untuk kebaikan. Demikian hatinya telah digunakan untuk kebaikan, raganya selaras dengan ketaatan kepada ALLAH subhanahuwata’ala. Dan inilah bentuk manifestasi bersyukur.

Lalu apa yang bisa dilakukan jika kita terlanjur LOW BATT?
Sebagaimana baterai, recharge segera. Isi ulang lagi hati kita dengan iman dan ketaatan. Mulailah dari suatu hal yang mudah. Senyum kepada sahabat. Santun kepada orangtua. Hingga berwujud kepada taubat yang tercetus dari ketaatan.

Semoga ALLAH senantiasa me-recharge hati kita dengan ketaatan kepadaNya.

Yuk ngumpul lagi di kajian The Rabbaanians berikutnya

Dapatkan broadcast info kajian & artikel ilmu insya Allah di:
Whatsapp: 087878405003
Pin BBM: 5E080D91
Instagram @the_rabbaanians
FB fan page: The Rabbaanians