02. MENUJU GERBANG KEKEKALANSebagai mukmin, kita tidak melihat kehidupan kita ini sebagai sebuah episode yang berakhir dengan datangnya kematian. Tetapi kita mengimani bahwa setelah kematian ada “kehidupan”. Maka kehidupan kita sekarang adalah perjuangan untuk kehidupan setelah kematian itu.

Maut yang pahit yang mesti dikecap dan pasti hadirnya itu bukanlah akhir kita. Ia seumpama gerbang yang mengantarkan kepada hidup yang kekal tiada akhir. Dan di balik maut yang misterius itu tersimpan buah amal kita. Di sini kita menanam di sana kita memanen.

Allah menghadirkan kita dalam kehidupan dunia ini untuk tujuan yang Dia kehendaki. Allah menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya, bertauhid mengabdikan diri kita hanya kepada-Nya.

﴾ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (mengabdi) kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56)

﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿

Hanya kepada-Mu kami beribadah (mengabdi), dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan. (QS. Al-Fatihah [1]: 5)

✏ Ust. Fahrudin Majid, Lc