diasah-musibahBrothers & Sisters…

Semua yang udah kejadian sebetulnya udah diatur, sudah ada kanun qadha & qadar-Nya.
Kehidupan ini berjalan dinamis:
Ada senyum ada muram,
Ada bahagia ada sengsara,
Ada kaya ada miskin,
Ada keberuntungan ada bencana, dan lain sebagainya.

Dan ternyata, yang paling tenang dan beruntung ngadepin dinamika itu ternyata adalah seorang mukmin (orang beriman). Karena, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan rasa kagum kepada orang mukmin, beliau bersabda,

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.”
(HR. Muslim)

Musibah yang singgah ke kita adalah datang dari Allah dengan ketentuan takdir Allah. Dan orang beriman percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Benar (al-haq), Maha Mengetahui (al-alim) dan Maha Bijaksana (al-hakim), oleh karena itu Dia tidak mungkin keliru dalam menetapkan garis takdir kita.

Musibah yang singgah itu adalah guru yang mengajari kita akan makna kehidupan.
Musibah yang singgah itu adalah batu asah yang menajamkan pisau.

Semua yang Allah tetapkan untuk kita adalah yang terbaik untuk kita.

Ada banyak hadits berbicara tentang keutamaan bersabar menghadapi musibah dan hikmah di balik musibah. tetapi, saya berharap satu hadits berikut ini bisa menyadarkan kita bahwa musibah selalu saja menyimpan hikmah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاءِ ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Sesungguhnya, besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. dan sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. siapa yang ridha maka untuknya keridhaan (Allah) dan siapa yang murka maka untuknya kemurkaan (Allah)”
(HR. At-Tirmidzi)

Nah makanya, kalo kita berbaik sangka kepada Allah subhanahu wa ta’ala, ridha kepada takdir-Nya dan tepat dalam menyikapi musibah yang datang, maka kita akan dapat memetik hikmah-hikmah dan ibrah (pelajaran) dari musibah yang ada.
Wallahu a’lam

✏ Ust Fahrudin Majid, Lc